Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Aku Cinta dari Dua Orang yang Tak Lagi Saling Menyebut Nama.

Gambar
Biar daku berlayar, biar kehilangan ini menjadi saksi. Hidup terasa tidak sehati. Berlayar seperti bajak laut di tengah samudra kebingungan, dihadapi sebuah pilihan. "Ikut Ayah atau Ibu, nak?" Lugas ya, ringkas. Hanya perlu memilih dengan segenap hati. Menoleh dirinya, kanan dan kiri. Banyak pikiran yang muncul, namun tetap tidak dipahami. Kenapa harus memilih? kenapa tidak dua-duanya saja? bukannya mereka berdua dua doa yang menjelma nyata? Degup si hati terpatri kepada sang mutiara hati. Dia, takhta tertinggi yang singgah di hati bahkan hingga kini. Radar itu tidak salah, terpanggil nya aku ke takdir yang sampai saat ini masih ku susun untuk mendapatkan susunan terbaik untuk dipertahankan nanti. Keputusan yang tak pasti, dan tidak teryakinkan oleh sang sanubari membuat diri ini kehilangan arah " sekali lagi ". Waktu bagai lembaran buku yang tersalip oleh sang angin menuju beberapa bagian selanjutnya. Seperti artikel online, yang ketika di-swipe akan me...