Residu.


Aku mencintai diriku yang dulu dengan diam, seperti senja mencintai langit
tepat sebelum ia menghilang.

Tanpa drama.

Hanya penerimaan,
dan perpisahan berbentuk luka
yang masih berbekas.

Mereka menyebutnya melangkah pergi.
Namun rasanya lebih seperti
aku tetap berdiri di tempat,
sementara segala yang bermakna
perlahan berjalan menjauh.

Bahkan saat seluruh dunia menatapku remeh,
aku menunduk
bukan karena kalah,
melainkan sebagai penghormatan.

Bagi diriku, 
yang bertahan melewati masa paling gelap.

Perpisahan ini nyaman,
bukan karena ia tak menyakitkan,
melainkan karena ia mengajarkanku
cara melepaskan
tanpa membenci diriku sendiri
yang pernah ingin mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Versi.

Sienna.

Aku Cinta dari Dua Orang yang Tak Lagi Saling Menyebut Nama.