Lili Putih.


Dunia, menyukai garis yang pasti, arah yang pasti, langkah yang bisa ditebak dan disepakati bersama. Sementara aku, adalah lengkung yang tak pernah diminta hadir, jejak yang selalu dianggap salah sebelum sempat dibaca.

Maka dari itu, aku selalu belajar hidup tanpa menggenggam, tanpa berharap untuk digenggam, tanpa menuntut apa pun dari dunia yang tak pernah benar-benar menyediakan ruang.

Kepada Tuhan, segala yang tak mampu kuucapkan, kubiarkan tinggal dalam diam yang panjang.

Bukan karena aku tak memiliki isi, melainkan karena apa yang ada dalam diriku tak pernah menemukan bentuk yang diperbolehkan.

Di suatu negeri yang jauh, "Lili Putih" dipercaya sebagai tanda mati dalam keadaan suci.

Hening, bersih, seolah segala yang tak sempat dipahami akhirnya dilepas tanpa cela.

Dan, aku ingin menjadi Lili Putih itu, pergi dalam putih yang tenang, agar tak lagi harus menjelaskan sesuatu yang tak pernah diberi ruang untuk ada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Versi.

Sienna.

Aku Cinta dari Dua Orang yang Tak Lagi Saling Menyebut Nama.